Polarisasi politik tidak lagi sekadar perdebatan di layar ponsel—ia telah menyelinap ke meja makan keluarga, grup WhatsApp kerja, hingga ruang kelas. Demokrasi yang seharusnya menjadi ruang perbedaan justru dipenuhi pertarungan identitas, fanatisme digital, dan hoaks yang menyesatkan. Buku ini mengajak pembaca menelusuri akar polarisasi dari ekosistem media sosial, strategi elite politik, hingga bias psikologis yang tak disadari. Lebih dari sekadar diagnosis, buku ini menawarkan jalan keluar: dari pendidikan politik yang berempati, gerakan lintas identitas, hingga upaya merajut kembali ruang tengah yang mulai koyak.
Disusun dengan pendekatan akademis yang mengalir, Polarisasi Politik: Dari Medsos ke Kehidupan Nyata menghadirkan refleksi, data, dan narasi yang membumi. Buku ini penting dibaca oleh siapa pun yang peduli pada keutuhan sosial bangsa—warganet aktif, pendidik, pembuat kebijakan, hingga generasi muda yang ingin memahami dan membenahi demokrasi dari akarnya. Di tengah dunia yang terbelah, buku ini hadir sebagai ajakan untuk menyembuhkan, bukan menambah luka.
106 halaman
12×18 cm