Di era media sosial yang serba cepat, ajakan untuk “hijrah” atau “kembali ke jalan agama” kerap berseliweran di timeline. Video ceramah potong-potong, kutipan ayat yang terlepas dari konteks, hingga ajakan taubat instan menjadi santapan sehari-hari. Tapi, apakah semua itu benar-benar mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang penuh adab dan sanad?
Buku Ngaji Online: Akhlak dan Sanad Ilmu Tetap Nyambung hadir untuk menjawab keresahan generasi digital dalam mencari ilmu agama. Berbasis pendekatan Bahsul Masail khas Nahdlatul Ulama, buku ini menyuguhkan panduan menjaga keimanan dengan tetap menjunjung tinggi akhlak, sanad ilmu, dan semangat tawadhu’ dalam berdakwah.
Bukan sekadar larangan ini dan itu, tapi ajakan untuk tetap kritis, aktif, dan membumi dalam menyerap konten keislaman di media sosial. Bagaimana menyaring informasi? Bagaimana bersikap terhadap konten agama yang viral tapi tak jelas sumbernya? Dan bagaimana berdakwah dengan santun tanpa meninggalkan akar tradisi?
Buku ini bukan hanya panduan, tapi juga pengingat: bahwa menjadi religius di era digital bukan berarti ikut-ikutan tren, melainkan tetap bersambung pada ilmu yang benar, guru yang jelas, dan adab yang luhur. Untuk para pejuang hijrah di jagat maya, buku ini adalah lentera yang menuntun dalam gelapnya noise digital.