Di sebuah pasar malam yang muncul tanpa peringatan, berdiri sebuah lapak tua berisi boneka-boneka kayu dengan senyum yang tidak pernah berubah. Ketika Aruna membawa pulang salah satunya, ia tidak hanya membeli boneka—ia membeli sejarah panjang yang menolak mati. Dalam malam-malam yang semakin sunyi, langkah-langkah kecil mulai terdengar dari lorong rumahnya, dan suara anak-anak yang tak terlihat memanggil namanya. Ketika pasar malam itu muncul kembali tepat di depan rumahnya, Aruna menyadari bahwa sebagian pintu tidak dibuat untuk dibuka, namun juga tidak pernah benar-benar tertutup.
Misteri Boneka Kayu dari Pasar Malam adalah kisah tentang ketakutan yang tumbuh dari benda-benda diam, tentang anak-anak yang tidak pernah pulang, dan tentang malam yang terlalu panjang untuk dilalui sendirian. Dengan gaya sastra yang lembut namun menggigit, Ajeng Sugesti mengajak pembaca memasuki dunia di mana waktu berputar mundur dan boneka-boneka kayu menghidupi rahasia yang tidak seharusnya terdengar. Ini bukan sekadar cerita horor—ini adalah perjalanan melintasi batas antara hidup dan mati, antara masa lalu dan masa depan, dan antara kenyataan dan keheningan yang menunggu di balik cahaya kelap-kelip pasar malam.
jml halaman: 173
ukuran: 14×20,5 cm