Di Indonesia masa depan, kehadiranmu tak diukur dari napas—melainkan dari konten yang kamu unggah. Setiap hari, setiap jam, setiap detik, sistem memindai eksistensimu lewat jumlah like, komentar, dan durasi menatap kamera. Jika tidak? Identitasmu dihapus. Kamu tak bisa beli makan. Tak bisa buka pintu rumah. Tak bisa hidup. Di tengah masyarakat yang panik, haus validasi, dan berlomba jadi viral, muncullah seorang pemuda introvert. Bukannya melawan dengan orasi atau senjata, dia mengunggah konten yang membosankan, absurd, dan tidak layak tayang. Tapi justru karena itu… dia viral. Dan sistem mulai retak. “Maaf, Kamu Gak Eksis Lagi” adalah novel distopia satiris tentang absurditas zaman layar, kekuasaan algoritma, dan keberanian diam yang jadi ancaman paling nyata.