Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, kisah-kisah manusia berseliweran seperti kendaraan di jam pulang kerja. Kopi Senja menyuguhkan potongan cerita dan puisi tentang mereka yang mencoba bertahan di tengah riuhnya modernitas: mereka yang mencintai dari jauh, yang mencari tenang dalam ruang sempit, yang mendamba tawa di balik tagihan, dan yang terus memesan kopi meski tahu rasanya tak lagi semanis dulu.
Ini bukan kisah besar. Tapi justru karena itulah, ia begitu dekat.
Ukuran: 130 x 190
Jumlah Halaman: 130