Indonesia adalah negeri seribu rasa—dari aroma dapur kerajaan yang kaya rempah, warung kaki lima yang tak pernah sepi, hingga meja makan sederhana tempat keluarga tumbuh dan saling mencintai. Namun di balik setiap suap makanan, ada cerita panjang tentang perjalanan manusia, tentang sejarah yang terjalin halus dalam bumbu, dan tentang identitas bangsa yang dibangun dari rasa.
Jejak Sejarah Kuliner Indonesia mengajak pembaca menelusuri perjalanan kuliner Nusantara dari masa ke masa. Buku ini membuka pintu menuju dapur-dapur tua yang menyimpan rahasia leluhur, mengajak menyusuri pasar tradisional penuh warna, memerhatikan perjuangan petani, nelayan, dan pedagang kecil yang menjadi penjaga rasa Indonesia. Dari masa kolonial hingga revolusi digital, kuliner Indonesia terus berubah—namun jiwanya tetap sama: hangat, penuh kasih, dan selalu mengundang pulang.
Ditulis dengan gaya naratif yang lembut, kaya riset, namun tetap mengalir seperti obrolan di meja makan, buku ini memperlihatkan bahwa makanan bukan hanya konsumsi, tetapi bahasa budaya. Ia adalah memori, ketahanan, perlawanan, dan harapan. Setiap hidangan membawa kisah, dan setiap kisah membawa kita kembali pada diri sendiri.
Buku ini adalah persembahan bagi siapa pun yang percaya bahwa kuliner adalah rumah. Rumah yang menyatukan keberagaman, rumah yang menjaga ingatan, rumah yang menguatkan langkah masa depan. Dalam setiap aroma dan rasa, Indonesia hidup—dan buku ini adalah undangan untuk merayakan kehidupan itu sepenuhnya.
181/14×20,5