Modernitas telah membawa manusia ke puncak teknologi, tapi menurunkannya dari takhta kemanusiaan. Di tengah dunia yang serba cepat dan serba canggih, Islam kembali berdiri sebagai cermin: mengingatkan bahwa kemajuan tanpa adab hanyalah kebanggaan tanpa ruh. Buku Islam dan Kritik Modernisme menghadirkan pembacaan jernih terhadap tantangan modernitas sekuler dari perspektif Islam Aswaja. Melalui gagasan Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang adab dan ilmu, refleksi sufistik Al-Ghazali, hingga humanisme Gus Dur yang hangat dan membumi, buku ini mengajak pembaca menemukan kembali makna kemajuan yang berakar pada tauhid dan kemanusiaan. Di antara halaman-halamannya, pembaca akan menemukan bahwa Islam bukan lawan modernitas, melainkan penuntunnya—menawarkan sintesis antara rasionalitas dan spiritualitas, antara ilmu dan kasih, antara dunia dan akhirat. Karya ini bukan sekadar kritik terhadap modernisme, tetapi ajakan untuk kembali ke inti: bahwa tugas manusia bukan hanya mencipta peradaban, tapi menjaga agar peradaban itu tetap beradab.
136 halaman
13×19 cm