Brexit bukan sekadar keputusan politik Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, tetapi juga simbol guncangan ter-hadap stabilitas integrasi regional yang dibangun selama puluhan tahun. Ketika Inggris resmi keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari 2020, dunia menyaksikan bagaimana sebuah proyek besar yang pernah dipuji sebagai model persatuan politik dan ekonomi dapat menghadapi ujian eksistensial.
Buku Brexit dan Masa Depan Eropa hadir untuk mem-berikan pembacaan yang jernih terhadap perubahan besar tersebut. Ia tidak hanya mengulas sebab dan akibat politik dari referendum Brexit, tetapi juga menyoroti bagaimana Eropa harus menata kembali mekanisme ekonominya, hub-ungan diplomatiknya, dan arah integrasi barunya di tengah meningkatnya populisme dan krisis kepercayaan.
132 halaman
13×19 cm