Ada luka yang tidak terlihat, tapi diam-diam membentuk cara seseorang memandang dunia. Ada kenangan yang tak pernah diucapkan, tapi terus berputar di hati, menciptakan bayangan yang menutup jalan ke depan. Ada masa lalu yang menuntut untuk dimaafkan, tetapi tidak pernah benar-benar hilang. Buku ini hadir sebagai teman duduk di tengah malam-malam sepi itu—teman yang tidak menghakimi, tidak menyuruh cepat pulih, dan tidak memaksa melupakan apa yang pernah terjadi.
Belajar Memaafkan Masa Lalu adalah perjalanan sunyi menuju diri sendiri. Dengan narasi yang hangat dan jujur, Salma Elisia mengajak pembaca menyusuri ruang-ruang terdalam dari hati yang pernah retak. Setiap halamannya menjadi pelan tapi pasti membuka jendela baru: jendela untuk menerima, untuk melepaskan, untuk berdamai, dan akhirnya untuk tumbuh tanpa ketakutan.
Buku ini tidak menawarkan rumus ajaib. Ia menawarkan ruang. Ruang untuk menangis, ruang untuk bernapas, ruang untuk memeluk diri sendiri, ruang untuk perlahan-lahan kembali utuh.
Melalui kisah-kisah reflektif dan dialog batin yang hening, pembaca diajak melihat bahwa memaafkan bukan tentang melupakan masa lalu, melainkan tentang membebaskan diri dari rantai yang tidak lagi perlu dipikul. Bahwa ketenangan bukan datang dari dunia luar, tetapi dari keberanian memilih diri sendiri. Dan bahwa harapan selalu mungkin—bahkan untuk hati yang paling lelah sekalipun.
Jika kamu pernah merasa sulit berdamai dengan apa yang telah terjadi, buku ini adalah pelukan lembut yang kamu cari.
Dan di setiap lembarnya, kamu akan menemukan kalimat yang berkata: “Kamu aman sekarang. Kamu cukup. Kamu layak melanjutkan hidupmu.”
jml halaman: 207
ukuran: 14×20,5 cm