Bayangan seharusnya mengikuti.
Namun bagaimana jika suatu hari ia berhenti, berdiri sendiri, lalu menatapmu seolah kau yang menjadi pantulannya?
Di sebuah malam yang tampak biasa, hidup seorang remaja berubah ketika bayangannya mulai bergerak tanpa tubuh. Apa yang awalnya hanya keganjilan kecil menjelma menjadi perebutan identitas: siapa yang berhak hidup sebagai “aku”? Ketika cermin tak lagi memantulkan wajahnya dan cahaya berhenti mengenalinya, ia dipaksa memilih antara bertahan sebagai diri yang terhapus… atau menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dari sekadar refleksi.
Bayangan Tanpa Tubuh adalah kisah psikologis tentang kehilangan kendali, sisi gelap manusia yang selama ini kita abaikan, dan perjalanan memilukan untuk menemukan tempat di mana diri akhirnya diakui—meski bukan lagi di bawah cahaya. Novel ini menghantui, menghanyutkan, dan menantang pembacanya untuk bertanya:
Jika versi gelap dirimu meminta hidup… apa kau akan mengizinkannya?
jml halaman: 227
ukuran: 14×20,5 cm