Remaja bukan cuma tentang tugas sekolah dan update media sosial. Di balik senyum dan tawa, sering tersimpan rasa cemas, marah, sedih, atau bahkan kosong tanpa sebab. Tapi tahu nggak? Emosi-emosi itu wajar. Emosi itu manusiawi. Emosi itu boleh.
Buku ini hadir sebagai ruang aman untuk para remaja—yang sedang mencari jati diri, yang kadang merasa asing bahkan pada dirinya sendiri. Lewat cerita, refleksi, dan panduan yang ringan namun dalam, Emosi Itu Boleh membantu pembaca mengenali apa yang mereka rasakan, memahami tekanan sosial, dan menemukan cara mencintai diri sendiri di tengah dunia yang kadang terlalu cepat dan terlalu keras.
Tidak menggurui. Tidak menghakimi. Buku ini adalah teman yang memeluk dan berkata, “Kamu baik-baik saja. Dan kamu nggak sendiri.”