Jangan buru-buru merasa kasihan kalau kamu lihat seseorang duduk sendirian di kafe, jalan pelan sendirian di trotoar, atau makan sendirian di sudut restoran. Bukan berarti dia kesepian, bukan berarti dia nggak punya teman, dan bukan berarti hidupnya kurang cinta.
Bisa jadi, dia justru sedang menikmati momen paling jujur dalam hidupnya momen ketika dia memilih hadir untuk dirinya sendiri, tanpa perlu berpura-pura, tanpa harus menjelaskan apa-apa ke siapa pun.
Buku ini adalah suara lembut tapi lantang untuk mereka yang memilih sendiri bukan karena nggak laku, tapi karena tahu ke mana arah langkahnya. Tentang mereka yang nyaman dengan dirinya sendiri, yang nggak sibuk jadi versi yang disukai semua orang, tapi justru fokus jadi versi yang paling bisa mereka peluk sendiri.
Mariska Puspita Ningrum mengajak kita ngobrol pelan-pelan soal bagaimana kesendirian itu bisa jadi rumah, bukan ruang isolasi. Tentang gimana kita bisa tetap kuat meski nggak selalu ramai. Tentang jadi cukup tanpa harus dicukupkan. Tentang menemukan jalan tanpa merasa hilang.
Karena kadang, dalam sunyi langkah yang sendiri itu, ada gema paling jernih yang bilang:
“Aku nggak hilang. Aku cuma lagi nyari jalan.”