Di antara lorong-lorong lembap NeoLangit—sebuah kota bawah tanah tempat manusia menggantungkan hidup setelah perang nuklir—kisah Elan, seorang remaja yatim piatu, mengalir pelan seperti air rembesan dari atap beton, mengajak kita menelusuri teka-teki masa lalu, pertaruhan hidup, dan hakikat kebebasan.
Buku ini adalah jawaban sekaligus pertanyaan: Apa arti kebebasan ketika seluruh hidup dijalani di bawah tanah? Apakah dunia lama benar-benar telah hilang, atau masih tersisa secuil langit yang menunggu ditemukan? Di antara kabut kebohongan sistem dan rahasia yang mengendap selama generasi, keberanian seorang anak muda menjadi cahaya tipis di lorong yang gelap.