Di ujung dek sebuah kapal tua yang mengarungi samudra, duduklah seorang anak kecil dengan mata yang menyimpan langit, dan hati yang penuh cerita. Memoar Laut Kecil bukanlah catatan biasa, melainkan untaian kenangan imajinatif seorang anak pelaut yang tumbuh bersama ombak, burung camar, dan cahaya bintang.
Setiap pelabuhan adalah dongeng. Setiap badai adalah pelajaran. Dan setiap keheningan di tengah laut adalah ruang untuk berimajinasi.
Buku ini tidak hanya membawa kita menjelajahi dunia luar—tapi juga dunia dalam: tentang rindu, keberanian, kehilangan, dan keajaiban yang hanya bisa dilihat oleh hati anak-anak. Sebuah memoar fiksi yang mengajak pembaca kembali pada masa di mana segala hal masih mungkin: langit bicara, laut mendengarkan, dan dunia terasa luas sekali.