“Anak-Anak yang Menyebut Tuhan dalam Dua Aksen” adalah kisah fiksi yang manis, reflektif, dan penuh warna, tentang bagaimana keluarga multikultural merayakan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Dari perbedaan cara mendisiplinkan anak hingga pertarungan kecil di meja makan soal sambal atau keju, semuanya berpulang pada satu benang merah: cinta yang melampaui bahasa dan latar belakang.