Di kota fiksi Bernaga yang dingin dan angkuh, Detektif Arga—seorang penyelidik tua yang tinggal selangkah dari masa pensiunnya—dihadapkan pada satu kasus terakhir yang tak biasa: putri tunggal bupati menghilang dari kamarnya yang terkunci rapat dari dalam. Tak ada jejak, tak ada suara, tak ada saksi. Yang tersisa hanyalah satu kamar kosong, dua kunci identik, dan secarik kertas yang seharusnya tak pernah ditemukan.
Saat tekanan politik dan waktu menghimpit, Detektif Arga harus mengurai benang kusut penuh ilusi, kebohongan, dan luka lama yang tak pernah sembuh. Tapi semakin dalam ia menyelami, semakin jelas bahwa kasus ini bukan hanya soal hilangnya seorang gadis—melainkan pengkhianatan, dendam, dan rahasia kelam yang mengendap di jantung kota Bernaga.
“Dua Kunci, Satu Korban” adalah misteri klasik dengan ketegangan modern—penuh teka-teki, petunjuk palsu, dan plot twist yang akan memaksa pembaca menebak ulang di setiap babaknya.