Ketika seorang lelaki bernama Buhaya terdampar dalam keadaan terluka dan kehilangan ingatan, ia mendapati dirinya berada di tengah hutan rimba dan kehidupan Nansarunai pada abad ke-14. Dengan bantuan bekantan dan masyarakat setempat, Buhaya perlahan menemukan kembali jati dirinya sekaligus menyadari bahwa dirinya berada di dua dunia dan dua zaman.
Perjalanannya mempertemukannya dengan Datu Jumulaha, Dara Gangsa Tulen, Datu Tatuyan, serta berbagai tokoh yang membawa Buhaya menyelami kejayaan, tradisi, pengetahuan, dan nilai kehidupan Nansarunai. Di tengah kisah cinta, persahabatan, dan pergulatan batin, ancaman penyerangan dari kekuatan luar semakin nyata. Buhaya pun harus memilih antara kembali ke zamannya atau membantu menjaga masa depan Nansarunai.
RUN’e NANSARUNAI bukan sekadar kisah perjalanan lintas waktu, tetapi juga refleksi tentang identitas, cinta, keberanian, persatuan, dan upaya mempertahankan warisan leluhur. Sebuah perjalanan panjang menyusuri laut, sejarah, dan lautan jiwa manusia untuk menemukan makna tentang rumah, takdir, dan perjuangan.
639 halaman
14,5 x 21 cm