Musik Indonesia tidak pernah berjalan lurus. Ia berkelok seperti hidup: kadang riang, kadang pecah, kadang sendu, kadang meledak tanpa aba-aba. Buku ini mengajak pembaca menyusuri jejak panjang dua genre yang membentuk jiwa musik lokal—pop yang lembut sekaligus gelisah, dan rock yang keras sekaligus penuh luka.
Dari panggung sederhana era 70-an hingga gegap-gempita konser stadion; dari kaset pita yang dililit pensil hingga playlist digital yang tak lagi mengenal batas; dari diva yang menggetarkan hati se-Indonesia hingga vokalis perempuan yang berteriak menembus stereotip; dari gitar distorsi yang lahir di garasi kecil hingga musik kamar yang viral dari potongan 15 detik—semua terekam dalam narasi yang jujur, kaya, dan penuh denyut emosional.
Sejarah Pop dan Rock di Indonesia bukan hanya tentang lagu, band, atau panggung. Buku ini adalah perjalanan generasi: tentang anak-anak muda yang mencari tempat untuk bersuara, tentang perempuan yang merebut ruang yang lama diambil dari mereka, tentang musisi independen yang membangun kerajaan dari kamar tidur, dan tentang komunitas yang membuat musik Indonesia tetap bernapas meski zaman b erubah cepat.
Dengan gaya memoar yang puitis dan analisis yang menggigit, Rembulan Bayusari membawa kita melihat bahwa musik bukan sekadar hiburan—ia adalah ingatan. Ingatan tentang cinta pertama, tentang patah hati yang belum selesai, tentang kota yang tumbuh bersama kita, tentang masa-masa yang tidak akan kembali, dan tentang masa depan yang belum kita kenal.
Ini bukan sejarah yang kaku. Ini adalah perjalanan yang hidup.
Perjalanan tentang bagaimana dua genre besar mencetak identitas, membentuk karakter, dan mengajarkan kita bahwa suara—sekecil apa pun—selalu punya tempat di dunia.
“Musik Indonesia tidak hanya didengar. Ia dirasakan. Ia diwariskan. Ia tumbuh bersama kita.”
jml halaman: 162
ukuran: 14×20,5