Karena mencintai diri sendiri tidak diajarkan di sekolah, dan sering kita lupakan di rumah.
Remaja adalah masa yang penuh pencarian—tentang jati diri, tentang arti diterima, tentang keberanian menjadi “aku” tanpa harus seperti “mereka.” Tapi di tengah perubahan yang begitu cepat dan tuntutan yang tak pernah habis, banyak remaja justru kehilangan hubungan dengan dirinya sendiri.
Jurnal Self-Love Remaja hadir sebagai ruang aman yang bisa dibuka kapan pun dunia terasa terlalu bising. Di dalamnya, pembaca akan menemukan halaman-halaman refleksi, afirmasi harian, ruang menulis tanpa takut salah, dan halaman mewarnai yang bisa menjadi bentuk istirahat emosional.
Ditulis dengan nada lembut dan penuh empati, buku ini mengajak remaja untuk:
– Mengenal suara kecil di dalam dirinya,
– Berdamai dengan tubuhnya,
– Memaafkan diri tanpa merasa kalah,
– Dan merayakan hal-hal kecil yang membuat hidup tetap layak dijalani.
Tak ada syarat untuk membuka buku ini.
Kamu tak harus baik-baik saja dulu.
Kamu hanya perlu hadir.
Dan membiarkan diri sendiri didengar—oleh diri sendiri.
Untuk remaja yang ingin pulang ke dirinya sendiri.
Untuk hati yang masih belajar memeluk luka dan tertawa lagi.
jml halaman: 138
ukuran: 13×19