Di Tanah Angin, udara bukan hanya elemen—ia adalah makhluk, penjaga, dan saksi segala rahasia. Di atasnya berdiri Kerajaan yang Berputar, kota di langit yang tidak pernah diam, dipimpin oleh ratu bermata merah yang menenun jaring dari cahaya dan bayangan.
Earu, anak lembah yang dianggap biasa, tiba-tiba mendengar panggilan angin yang seharusnya hanya dimiliki para waris. Namun ketika jaring ratu mencoba menjadikan tubuhnya sebagai pintu kekuasaan, Earu justru memilih melepaskan kekuatannya sendiri demi menyelamatkan dunia.
Bersama Lira—sahabat yang keras kepala, setia, dan selalu berani menentang angin—Earu menemukan bahwa dunia tidak hanya bergerak karena kekuatan, tetapi juga karena jejak: kenangan, rasa takut, dan keberanian sederhana yang ditinggalkan manusia.
Saat bayangan ratu menyusup ke senja yang terlalu sempurna, kota di langit harus memilih: tetap berputar karena melawan… atau bertahan karena mengingat.
Sebuah kisah tentang keberanian kecil yang mengubah dunia, persahabatan yang menjadi jangkar, dan jejak manusia yang lebih kuat daripada angin mana pun.
jml halaman: 245
ukuran: 14×20,5 cm