Ketika sebuah amplop tanpa nama muncul di bawah pintu kamar seorang siswa, hidupnya berubah dari rutinitas biasa menjadi perjalanan yang menembus batas logika. Surat-surat itu datang dari seseorang yang mengenal semua rahasianya, memahami luka-lukanya, bahkan tahu pilihan yang tidak pernah ia ambil. Sampai akhirnya, ia menyadari satu hal yang menakutkan sekaligus membingungkan: pengirim surat itu adalah dirinya sendiri, dari dunia paralel yang tak pernah ia bayangkan wujudnya. Dunia mulai retak perlahan, realitas bergeser tanpa suara, dan ia dihadapkan pada pilihan untuk mengejar jawaban atau menjaga kewarasannya sendiri. Di tengah semua itu, hadir seorang sahabat yang membuat dunia nyata terasa cukup—walau berat untuk tetap tinggal.
Namun, tidak semua dunia ingin ditemukan, dan tidak semua diri ingin diselamatkan. Semakin dekat ia dengan “dirinya yang lain”, semakin nyata ancaman dari dunia ketiga—sebuah dimensi gelap yang menelan segala kemungkinan yang tidak pernah terjadi. Ketika batas antar realitas melebur dan waktu mulai kehilangan bentuknya, ia harus memilih siapa yang ingin ia lindungi: dirinya yang hidup di dunia ini, atau dirinya yang hilang di dunia lain. Surat dari Dunia Paralel adalah kisah tentang kemungkinan yang tak terpilih, tentang kehilangan yang berjalan diam-diam, dan tentang keberanian untuk menerima hidup sebagaimana adanya—meski hati pernah terbelah dua. Novel ini mengajak pembaca masuk ke ruang paling sunyi dalam jiwa manusia, tempat semua versi diri saling berbisik, meminta untuk dipahami, dan pada akhirnya… meminta untuk dilepaskan.
jml halaman: 241
ukuran: 14×20,5 cm