Di masa depan, manusia mungkin tidak lagi menengadahkan tangan di ruang sunyi, tetapi di dunia virtual penuh cahaya dan kode. Agama Masa Depan: Doa di Metaverse menelusuri bagaimana spiritualitas bertransformasi ketika ibadah, doa, dan pencarian makna berpindah ke ruang digital. Dari masjid dan gereja virtual hingga avatar yang bersujud di dunia tiga dimensi, buku ini mempertanyakan: apakah Tuhan juga hadir di sana?
Melalui pendekatan reflektif dan filosofis, buku ini mengajak pembaca menimbang ulang makna kehadiran, iman, dan transendensi di era realitas campuran. Apakah doa masih suci jika dikirim lewat server? Apakah kesunyian bisa ditemukan di tengah koneksi tanpa henti? Sebuah undangan untuk merenungi bagaimana teknologi tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga cara kita berdoa dan percaya.
146 halaman
13×19 cm