Ada banyak cara manusia menyembuhkan diri: dengan diam, dengan doa, dengan air mata, atau dengan kata-kata. Dalam dunia literasi, sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan intelektual atau karya estetika, tetapi juga sebagai medium terapi. Sastra dan Terapi Emosi lahir dari kesadaran bahwa setiap kata yang lahir dari hati manusia menyimpan energi pemulihan. Buku ini ingin menegaskan satu hal penting: menulis dan membaca bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan perjalanan personal menuju pemahaman diri.
Ketika seseorang menulis puisi setelah kehilangan, ia sedang merapikan luka. Saat seseorang membaca cerpen yang menggambarkan kesepian yang mirip dengan yang ia rasakan, ia menemukan teman dalam sunyi. Itulah kekuatan sastra—ia membuat kita merasa tidak sendirian. Di dalam ruang-ruang sunyi, kata-kata bisa menjadi teman bicara yang lembut dan sabar. Ia tidak menghakimi, tidak memaksa sembuh, hanya menemani sampai waktu pelan-pelan mengeringkan air mata.
Ukuran: 14×20,5 cm
Jumlah halaman: 146 halaman